Hakikat Manusia Yang Hilang

Mungkin banyak yang berfikir tema ini cukup aneh untuk di jadikan bahan sebuah artikel Namun hal ini yang sering mengganggu fikiran saya.
Tentang hakikat manusia , tentang apakah
manusia tercipta untuk saling bertukar fikiran dan bersama dalam satu tempat
entah itu untuk becanda , memulai sesuatu ,
mencapai sebuah kesepakatan. beberapa dekade kebelakang mungkin hal
seperti itu sangat wajar dan memang menjadi keharusan untuk dilakukan Namun
melihat dewasa ini sangat susah mengerti artinya berkumpul, seperti ada yang
hilang dari sekian banyak budaya yang kita agung-agungkan
bingung
Itulah kata yang tepat untuk menjawab semua
cemas ini, seperti hanya sebagian orang yang mau berkumpul Namun dengan
segudang kepentinganya sendiri , sama halnya yang kita lihat di gedung dewan
nan megah yang agaknya setiap rapat besar pasti ada saja beberapa orang yang
tidak hadir dan hal itu digunakan beberapa orang untuk mendukung kepentinganya.
Dalam kasus kecil yang sering dihadapi kaula
muda adalah dalam organisasi , saat diskusi apa benar semua orang berkontribusi
dalam diskusi tersebut? apakah akan ada kata sepakat yang hakiki? berapa
kalikah kalian mencapai kesepakatan yang benar-benar di setujui semua pihak?
sekali? duakali? tiga? apakah lebih sering tidak mendapatkan hasil yang baik?.
mungkin hal itu terjadi karna beberapa orang yang tidak bisa hadir dan membuat
masalah di kemudian hari.
Dalam lingkungan sekitarmu apakah sering
diadakan rapat , seperti rapat di tingkat RT / RW. beberpa tahun lalu mungkin
masih ada rapat soal jadwal Ronda , kegiatan arisan , kerja bakti namun
sekarang apakah sering kamu dapat hal ini ? kegiatan itu seperti telah hilang
bersama derasnya gemuruh kota.
Jadi apa point kita untuk seluruh tulisan yang
kacau ini?
Masihkan kita sering berkumpul dengan teman
kita , seperti hanya mengobrol bebas menjalin hubungan persahabatan atau
sekedar mendengar pendapat satu sama lain atau lebih sering terpaku dengan
smartphone masing-masing, lalu bersama keluarga kita apakah kita sering
menceritakan masalah yang kita hadapi kepada ibu, ayah ataukah lebih sering
berdiam diri dikamar sambil mendengar lantunan lagu negeri gingseng.
kalau memang berkumpul dan menjalin
kebersamaan adalah hakikat dari manusia. Apakah sekarang kita telah kehilangan
hal tersebut?
0 komentar :
Posting Komentar