Oktober 2017

Kamis, 05 Oktober 2017

Hakikat Manusia Yang Hilang




Hasil gambar untuk kepemimpinan


Mungkin banyak yang berfikir tema ini cukup aneh untuk di jadikan bahan sebuah artikel Namun hal ini yang sering mengganggu fikiran saya.
Tentang hakikat manusia , tentang apakah manusia tercipta untuk saling bertukar fikiran dan bersama dalam satu tempat entah itu untuk becanda , memulai sesuatu ,  mencapai sebuah kesepakatan. beberapa dekade kebelakang mungkin hal seperti itu sangat wajar dan memang menjadi keharusan untuk dilakukan Namun melihat dewasa ini sangat susah mengerti artinya berkumpul, seperti ada yang hilang dari sekian banyak budaya yang kita agung-agungkan

bingung
Itulah kata yang tepat untuk menjawab semua cemas ini, seperti hanya sebagian orang yang mau berkumpul Namun dengan segudang kepentinganya sendiri , sama halnya yang kita lihat di gedung dewan nan megah yang agaknya setiap rapat besar pasti ada saja beberapa orang yang tidak hadir dan hal itu digunakan beberapa orang untuk mendukung kepentinganya.

Dalam kasus kecil yang sering dihadapi kaula muda adalah dalam organisasi , saat diskusi apa benar semua orang berkontribusi dalam diskusi tersebut? apakah akan ada kata sepakat yang hakiki? berapa kalikah kalian mencapai kesepakatan yang benar-benar di setujui semua pihak? sekali? duakali? tiga? apakah lebih sering tidak mendapatkan hasil yang baik?. mungkin hal itu terjadi karna beberapa orang yang tidak bisa hadir dan membuat masalah di kemudian hari.
Dalam lingkungan sekitarmu apakah sering diadakan rapat , seperti rapat di tingkat RT / RW. beberpa tahun lalu mungkin masih ada rapat soal jadwal Ronda , kegiatan arisan , kerja bakti namun sekarang apakah sering kamu dapat hal ini ? kegiatan itu seperti telah hilang bersama derasnya gemuruh kota.

Jadi apa point kita untuk seluruh tulisan yang kacau ini?
Masihkan kita sering berkumpul dengan teman kita , seperti hanya mengobrol bebas menjalin hubungan persahabatan atau sekedar mendengar pendapat satu sama lain atau lebih sering terpaku dengan smartphone masing-masing, lalu bersama keluarga kita apakah kita sering menceritakan masalah yang kita hadapi kepada ibu, ayah ataukah lebih sering berdiam diri dikamar sambil mendengar lantunan lagu negeri gingseng.

kalau memang berkumpul dan menjalin kebersamaan adalah hakikat dari manusia. Apakah sekarang kita telah kehilangan hal tersebut?